BeritaInternasional

China Meluncurkan Astronaut Termuda ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong

×

China Meluncurkan Astronaut Termuda ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong

Sebarkan artikel ini
China Meluncurkan Astronaut Termuda
Ilustrasi stasiun ruang angkasa (Pixabay)

CHINA – China meluncurkan astronaut termudanya ke luar angkasa. Ia bersama dengan kru lainnya akan menjalani misi selama enam bulan di stasiun luar angkasa China, Tiangong, sebagai bagian dari pengembangan program luar angkasa dalam negeri. Langkah ini diambil sebelum China berencana mengirim manusia ke Bulan sebelum tahun 2030.

Pesawat Shenzhou-17, yang membawa tiga astronot, lepas landas menggunakan roket Long March 2F dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di barat laut China pada pukul 11.14 pagi atau 03:14 GMT pada hari Kamis. Kru dipimpin oleh Tang Hongbo (48), seorang mantan pilot angkatan laut China yang pernah mengunjungi Tiangong pada tahun 2021. Astronot lainnya adalah Tang Shengjie (33) dan Jiang Xinlin (35), keduanya melakukan perjalanan luar angkasa untuk pertama kalinya. Proses lepas landas berjalan dengan sukses.

China telah menginvestasikan miliaran dolar dalam program luar angkasa, yang dikelola oleh militer China dengan ambisi mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat dan Rusia. Rencananya termasuk misi berawak ke Bulan pada tahun 2030 dan pembangunan pangkalan di permukaan Bulan. Wakil direktur Lin pada hari Rabu memastikan bahwa tujuan mendaratkan manusia China di Bulan pada tahun 2030 akan tercapai sesuai jadwal.

Selama ini, astronaut Tiongkok kebanyakan berasal dari mantan pilot angkatan udara. Namun, seleksi kini telah diperluas untuk mencakup kandidat selain dari latar belakang penerbangan di angkatan udara. China kini melibatkan individu dengan gelar doktor dalam berbagai disiplin ilmu, seperti biologi, fisika, kimia, teknik biomedis, dan astronomi.

Selain itu, China juga akan segera memulai proses seleksi dan pelatihan untuk astronaut asing yang berminat berpartisipasi dalam penerbangan bersama ke Tiangong. Persyaratan termasuk kemampuan berbahasa Mandarin yang fasih, sebagai bahasa kerja di Tiangong.

 

(*/Red)