Artikel dan UlasanPolitikRagam

Dari Teknik Mesin ke Wakil Rakyat: Kisah Inspiratif Ir. HM. Nasim Khan

×

Dari Teknik Mesin ke Wakil Rakyat: Kisah Inspiratif Ir. HM. Nasim Khan

Sebarkan artikel ini
Ir. H M. Nasim Khan
Ir. H M. Nasim Khan

Ir. HM. Nasim Khan adalah politikus Indonesia yang telah menjabat sebagai anggota DPR-RI. Ia mewakili daerah pemilihan Jawa Timur III, yang meliputi Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Situbondo. Nasim Khan merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan bertugas di Komisi VI yang mengurusi bidang perindustrian, perdagangan, koperasi, UKM, mitra kementrian BUMN, investasi, dan standarisasi nasional.

Nasim Khan lahir di Situbondo pada 10 Juni 1975. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan minat dan bakat di bidang sains dan teknologi. Ia lulus dari SMA Negeri 2 Situbondo dengan predikat terbaik pada tahun 1993.

Pada tahun yang sama, ia berangkat ke Malang untuk melanjutkan studinya di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Ia mengambil jurusan teknik mesin dan berhasil menyelesaikan gelar sarjananya pada tahun 2000. Selama kuliah, ia aktif berorganisasi di berbagai lembaga kemahasiswaan, baik di tingkat kampus maupun regional. Ia pernah menjabat sebagai koordinator bidang himpunan dan senat ITN Malang, koordinator bidang ikatan mahasiswa Situbondo, dan koordinator bidang ikatan mahasiswa Madura.

Setelah lulus kuliah, ia memulai karier profesionalnya di berbagai bidang. Ia pernah bekerja di Telkomsel, PT Guna Inti Permata, Khan Group, NF Gems & Jewellery, dan Gems Reseth International. Ia juga tidak melupakan jaringan alumni yang telah ia bangun sejak kuliah. Ia menjadi humas ikatan alumni SMP Negeri 1 Asembagus, SMA Negeri 2 Situbondo, dan ITN Malang.

Nasim Khan mulai tertarik dengan dunia politik pada tahun 2014, ketika ia mendapat tawaran dari PKB untuk maju sebagai calon anggota DPR-RI. Ia menerima tawaran tersebut dan berhasil meraih suara terbanyak di daerah pemilihannya. Ia pun dilantik sebagai anggota DPR-RI periode 2014-2019 pada 1 Oktober 2014.

Di DPR-RI, ia ditempatkan di Komisi VI. Ia mengemban amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Ia menjadi salah satu anggota DPR-RI yang vokal dan kritis dalam mengawasi kinerja pemerintah, khususnya di bidang-bidang yang menjadi ruang lingkup kerja Komisi VI. Ia juga aktif mengusulkan dan mendukung berbagai inisiatif legislatif yang berkaitan dengan kepentingan rakyat, terutama di sektor ekonomi.

Nasim Khan juga tidak lupa dengan konstituennya di Jawa Timur III. Ia sering melakukan kunjungan kerja dan reses ke daerah pemilihannya. Ia berusaha menyerap aspirasi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia juga membantu mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.

Pada pemilu 2019, Nasim Khan kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI dari daerah pemilihan yang sama. Ia berhasil mempertahankan kursinya dengan meraih suara terbanyak kedua di daerah pemilihannya. Ia kembali dilantik sebagai anggota DPR-RI periode 2019-2024 pada 1 Oktober 2019.

Di periode kedua ini, ia masih bertugas di Komisi VI. Ia juga mendapat kepercayaan sebagai wakil bendahara umum DPP PKB. Ia terus berjuang untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara melalui peran legislatifnya. Ia juga terus berkomitmen untuk melayani rakyat dengan sepenuh hati.

Pada pemilu 2024, Nasim Khan kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI dari daerah pemilihan yang sama. Ia berhasil menambah kursinya dengan meraih suara terbanyak di daerah pemilihannya. Ia kembali akan dilantik sebagai anggota DPR-RI periode 2024-2029 pada 1 Oktober 2024.

Di periode ketiga ini, Ia juga mendapat kepercayaan sebagai bendahara umum DPP PKB. Ia terus berjuang untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara melalui peran legislatifnya. Ia juga terus berkomitmen untuk melayani rakyat dengan sepenuh hati.

Nasim Khan adalah sosok yang patut dijadikan teladan bagi generasi muda Indonesia. Ia menunjukkan bahwa dengan kerja keras, prestasi, dan dedikasi, seseorang bisa meraih mimpi dan berkontribusi bagi bangsa. Ia juga menunjukkan bahwa politik bukanlah ajang untuk mencari kekuasaan dan kekayaan, melainkan untuk mensejahterakan rakyat dan menjaga kedaulatan negara.

(*/Erwin)