Artikel dan UlasanDestinasiRagam

Gunung Ringgit, Panduan Lengkap Pendakian dan Sejarahnya

×

Gunung Ringgit, Panduan Lengkap Pendakian dan Sejarahnya

Sebarkan artikel ini
Gunung Ringgit
Gunung Ringgit Situbondo

Gunung Ringgit, yang terletak di Pasir Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, adalah sebuah destinasi pendakian yang menantang sekaligus menawan. Dengan ketinggian 1.250 meter, gunung ini dikenal dengan nama lain Gunung Putri Tidur karena bentuknya yang menyerupai wajah seorang putri yang sedang tertidur jika dilihat dari kejauhan.

Pendakian Gunung Ringgit bukanlah tugas yang mudah. Meskipun ketinggiannya tidak terlalu tinggi, jalur pendakiannya dapat dikategorikan sebagai sulit. Para pendaki akan dihadapkan dengan tebing yang kemiringannya bisa mencapai 90 derajat, sehingga keterampilan panjat tebing sangat dibutuhkan. Selain itu, terdapat anak tangga yang disiapkan untuk para peziarah yang ingin menuju Makam Raden Condro Kusumo, seorang bangsawan muslim dari Situbondo yang makamnya terletak di gunung ini.

Gunung Ringgit juga memiliki keunikan tersendiri yang menarik para pendaki dan peziarah. Salah satunya adalah keberadaan makam Raden Condro Kusumo yang tidak hanya menjadi tujuan pendakian spiritual tetapi juga menambah nilai historis dan budaya dari gunung ini. Selain itu, keindahan alam yang ditawarkan Gunung Ringgit sangat mempesona, dengan kumpulan tebing yang menarik dan lereng hutan yang curam, menjadikannya salah satu puncak yang paling mencolok di Jawa.

Untuk mencapai puncak Gunung Ringgit, pendaki harus memulai perjalanan dari dekat permukaan laut di pantai utara Pasir Putih. Ini menambah tantangan tersendiri karena pendaki harus menaklukkan ketinggian dari hampir nol hingga mencapai puncak. Namun, semua usaha tersebut akan terbayar dengan pemandangan yang luar biasa dari atas gunung, di mana pendaki dapat menikmati panorama alam yang luas dan indah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang Gunung Ringgit, mulai dari sejarah, jalur pendakian, tips pendakian, hingga keindahan alam yang ditawarkan. Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi yang komprehensif bagi para pendaki yang berencana untuk menaklukkan Gunung Ringgit, serta bagi mereka yang tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang salah satu gunung yang menawan di Jawa Timur ini.

Sejarah Gunung Ringgit

Gunung Ringgit tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga kaya akan sejarah. Nama ‘Ringgit’ sendiri berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti ‘uang’, yang konon berkaitan dengan legenda setempat tentang seorang putri yang tertidur dan dijaga oleh harta karun yang melimpah. Legenda ini telah menjadi bagian dari cerita rakyat di daerah Situbondo dan seringkali diceritakan kembali oleh penduduk setempat kepada para pendaki yang datang.

Gunung ini dikenal dengan nama lain Gunung Putri Tidur karena bentuknya yang menyerupai wajah seorang putri yang sedang tertidur jika dilihat dari kejauhan (Foto: Istimewa)

Makam Raden Condro Kusumo di Gunung Ringgit juga merupakan bagian penting dari sejarah gunung ini. Raden Condro Kusumo adalah seorang bangsawan yang dihormati dan makamnya menjadi tempat ziarah yang penting bagi masyarakat muslim di daerah tersebut. Keberadaan makam ini menambah dimensi spiritual pada pendakian Gunung Ringgit, di mana banyak peziarah yang datang untuk berdoa dan mencari berkah.

Jalur Pendakian Gunung Ringgit

Jalur pendakian Gunung Ringgit terkenal dengan kesulitannya. Pendaki harus melewati tebing-tebing curam dan jalur yang terjal. Namun, bagi mereka yang memiliki keterampilan panjat tebing, pendakian ini bisa menjadi pengalaman yang sangat berharga. Anak tangga yang disediakan di sepanjang jalur pendakian juga membantu para peziarah untuk mencapai makam Raden Condro Kusumo dengan lebih mudah.

Pendakian Gunung Ringgit membutuhkan persiapan yang matang. Pendaki disarankan untuk membawa peralatan pendakian yang memadai, termasuk tali, harness, dan helm. Selain itu, kondisi fisik yang prima juga sangat penting karena medan yang akan ditemui cukup menantang.

Tips Pendakian Gunung Ringgit

Berikut adalah beberapa tips yang bisa diikuti oleh para pendaki yang ingin menaklukkan Gunung Ringgit:

  1. Lakukan persiapan fisik dengan melakukan latihan kardio dan kekuatan untuk memastikan kondisi tubuh yang prima.
  2. Bawa peralatan pendakian yang sesuai, termasuk tali, harness, helm, dan sepatu pendakian yang nyaman.
  3. Periksa cuaca sebelum berangkat untuk memastikan kondisi yang aman untuk pendakian.
  4. Bawa cukup air dan makanan untuk menjaga hidrasi dan energi selama pendakian.
  5. Jangan lupa untuk menghormati alam dan makam Raden Condro Kusumo dengan tidak meninggalkan sampah dan merusak lingkungan.

Keindahan Alam Gunung Ringgit

Keindahan alam Gunung Ringgit tidak diragukan lagi. Dari puncaknya, pendaki bisa menikmati pemandangan yang menakjubkan dari hutan tropis, tebing-tebing yang dramatis, dan panorama laut Jawa yang luas. Keunikan bentuk Gunung Ringgit sebagai Gunung Putri Tidur juga menambah pesona tersendiri bagi gunung ini.

Pendakian ke Gunung Ringgit bukan hanya tentang menaklukkan ketinggian, tetapi juga tentang menikmati perjalanan dan keindahan yang ditawarkan oleh alam. Ini adalah pengalaman yang tidak hanya menguji fisik, tetapi juga memberikan kepuasan batin dan pengalaman yang tidak terlupakan.

Kesimpulan

Gunung Ringgit adalah salah satu destinasi pendakian yang menantang dan menawan di Jawa Timur. Dengan sejarah, jalur pendakian yang menantang, dan keindahan alam yang ditawarkan, gunung ini layak untuk dikunjungi oleh para pendaki dan peziarah. Persiapkan diri Anda dengan baik, dan nikmati setiap momen dalam perjalanan Anda menaklukkan Gunung Ringgit.