Berita

Kapolres Situbondo Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Perdagangan Orang Melalui Aplikasi MiChat

×

Kapolres Situbondo Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Perdagangan Orang Melalui Aplikasi MiChat

Sebarkan artikel ini
Kapolres Situbondo Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Perdagangan Orang Melalui Aplikasi MiChat
Kapolres Situbondo Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Perdagangan Orang Melalui Aplikasi MiChat (Foto: Doc. Humas)

SITUBONDO – Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H., menggelar konferensi pers untuk mengungkap kasus dugaan perdagangan orang dengan modus melakukan prostitusi melalui aplikasi Mi Chat. Dalam pengungkapan ini, Polisi berhasil mengamankan dua orang operator dan tiga orang pekerja seks komersial (PSK), di mana dua di antaranya masih di bawah umur. Senin (4/12/2023)

Konferensi pers yang dihadiri oleh wartawan media cetak dan elektronik di Kabupaten Situbondo ini bertujuan untuk memberikan informasi secara langsung kepada masyarakat terkait perkembangan kasus ini. Kapolres Situbondo didampingi Wakapolres, Kompol I Made Prawira Wibawa S., S.T., S.I.K., M.I.K., Kasat Reskrim AKP Momon Suwito Pratomo, S.H., M.H., dan Kasi Humas, Iptu Achmad Soetrisno, SH, menjelaskan bahwa para pelaku diamankan pada tanggal 3 November 2023 sekitar pukul 00.00 Wib di salah satu hotel di Situbondo.

Dilaporkan bahwa total ada lima orang yang diamankan, dua di antaranya adalah operator dan tiga adalah PSK. Para operator bertugas menawarkan PSK melalui aplikasi Mi Chat dan mencatat pendapatan dan pengeluaran di dalam buku tamu selama berada di hotel. Sementara itu, dari tiga PSK yang diamankan, dua di antaranya masih di bawah umur.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku-pelaku ini diduga melakukan perpindahan dari satu kota ke kota lainnya dan baru berada di wilayah Kabupaten Situbondo sejak tanggal 28 November 2023. Para PSK ini mengakui telah bekerja menggunakan aplikasi Mi Chat selama kurang lebih tiga bulan.

Sementara itu, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk 24 buah kondom, 1 buah tisu basah, 1 buah baby oil, 6 unit handphone, uang tunai sebesar Rp. 400.000 yang disita dari PSK, uang tunai sebesar Rp. 12.950.000 yang disita dari operator, serta dua buah kartu ATM.

“Saat ini, para pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Situbondo, dan proses penyidikan akan menerapkan Pasal 2 jo Pasal 17 dan/atau Pasal 10 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan/atau Pasal 88 jo Pasal 76 UU RI tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 296 KHUP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun,” tutup Kapolres Situbondo.

(*/Humas)