Artikel dan UlasanEdukasiKesehatanRagam

Langkah-Langkah Pertolongan Pertama pada Penderita Epilepsi

×

Langkah-Langkah Pertolongan Pertama pada Penderita Epilepsi

Sebarkan artikel ini
Pertolongan Pertama pada Penderita Epilepsi
Ilustrasi Pertolongan Pertama pada Penderita Epilepsi (Foto: Dok. iStockphoto.com)

Memahami Pertolongan Pertama pada Penderita Epilepsi adalah krusial bagi siapa saja yang mungkin berada di posisi untuk membantu saat kejang terjadi. Epilepsi adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan kecenderungan untuk mengalami kejang berulang. Kejang epileptik dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, seringkali tanpa peringatan. Mengetahui cara memberikan pertolongan pertama yang tepat saat seseorang mengalami kejang epilepsi sangat penting untuk mencegah cedera dan komplikasi lebih lanjut. Artikel ini akan membahas langkah-langkah yang dapat diikuti untuk memberikan pertolongan pertama pada penderita epilepsi yang mengalami kejang.

Memahami Epilepsi dan Kejang

Sebelum membahas langkah-langkah pertolongan pertama, penting untuk memahami apa itu epilepsi dan bagaimana kejang terjadi. Epilepsi adalah kondisi yang mempengaruhi otak dan menyebabkan kejang berulang. Kejang adalah akibat dari aktivitas listrik yang berlebihan di otak yang tiba-tiba. Ini dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk kontraksi otot yang tidak terkontrol, kehilangan kesadaran, dan perilaku yang tidak biasa.

Kejang dapat dibagi menjadi dua kategori utama: kejang fokal dan kejang umum. Kejang fokal, yang sebelumnya dikenal sebagai kejang parsial, dimulai di satu area otak dan dapat menyebar ke area lain. Kejang umum mempengaruhi kedua sisi otak dari awal kejang. Kedua jenis kejang ini dapat memiliki manifestasi yang berbeda dan memerlukan pendekatan yang berbeda dalam pertolongan pertama.

Langkah-Langkah Pertolongan Pertama

Ketika seseorang mengalami kejang, langkah-langkah berikut harus diambil untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka:

1. Tetap Tenang dan Amankan Lingkungan

Pertama dan terpenting, tetaplah tenang. Amankan lingkungan sekitar penderita untuk mencegah cedera. Singkirkan benda tajam atau keras yang mungkin menyebabkan cedera jika penderita jatuh atau bergerak secara tidak terkontrol.

2. Amankan Posisi Penderita

Bantu penderita untuk berbaring di lantai dengan posisi yang aman. Jika memungkinkan, letakkan sesuatu yang lembut di bawah kepala mereka untuk melindungi dari benturan.

3. Miringkan Penderita

Miringkan penderita ke satu sisi untuk membantu menjaga jalan napas tetap terbuka dan mencegah aspirasi, yang bisa terjadi jika penderita muntah.

4. Longgarkan Pakaian

Longgarkan pakaian di sekitar leher dan lepaskan aksesoris yang mungkin menghambat pernapasan atau menimbulkan risiko tersedak.

5. Jangan Menahan Gerakan Kejang

Jangan mencoba menahan gerakan kejang atau memasukkan apapun ke dalam mulut penderita, karena ini dapat menyebabkan cedera.

6. Pantau Waktu Kejang

Perhatikan durasi kejang. Kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit atau serangkaian kejang tanpa kesadaran penuh di antaranya adalah kondisi darurat medis.

7. Jangan Berikan Minuman atau Makanan

Sampai penderita sepenuhnya sadar, jangan memberikan makanan atau minuman untuk menghindari risiko tersedak.

8. Hubungi Layanan Medis jika Diperlukan

Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, atau penderita mengalami kejang berulang, atau jika ini adalah kejang pertama, segera hubungi layanan medis.

9. Setelah Kejang Berakhir

Setelah kejang berakhir, pastikan penderita berada dalam posisi yang aman dan nyaman. Berikan dukungan dan jangan meninggalkan mereka sendirian sampai mereka sepenuhnya pulih.

10. Edukasi dan Dukungan

Edukasi tentang epilepsi dan pertolongan pertama harus diberikan kepada keluarga, teman, dan rekan kerja penderita epilepsi agar mereka siap memberikan bantuan jika diperlukan.

Mengenali Tanda dan Gejala Kejang

Mengenali tanda dan gejala kejang dapat membantu dalam memberikan pertolongan pertama yang cepat dan efektif. Tanda dan gejala kejang dapat bervariasi, tetapi beberapa yang umum termasuk:

  • Kehilangan kesadaran atau kebingungan
  • Kontraksi otot yang tidak terkontrol
  • Jatuh tiba-tiba
  • Kaku otot
  • Gerakan mengunyah atau menggigit yang tidak disengaja
  • Perubahan dalam perilaku, emosi, atau sensasi

Menangani Kejang Berkepanjangan

Kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit atau serangkaian kejang tanpa kesadaran penuh di antaranya adalah kondisi darurat medis yang dikenal sebagai status epileptikus. Dalam situasi ini, pertolongan medis segera diperlukan. Sambil menunggu bantuan medis, terus pantau penderita dan pastikan mereka berada dalam posisi yang aman.

Kesimpulan

Memberikan pertolongan pertama yang tepat pada penderita epilepsi yang mengalami kejang dapat membuat perbedaan besar dalam hasil mereka. Dengan memahami epilepsi, mengenali tanda dan gejala kejang, dan mengikuti langkah-langkah pertolongan pertama, Anda dapat membantu memastikan keselamatan dan kesejahteraan penderita.

(*/Jeany)