BeritaHukum dan Kriminal

Nekat Mengedarkan Uang Palsu, Nenek Tua Ditangkap Polisi di Situbondo

×

Nekat Mengedarkan Uang Palsu, Nenek Tua Ditangkap Polisi di Situbondo

Sebarkan artikel ini
Nekat Mengedarkan Uang Palsu Nenek Tua Ditangkap Polisi di Situbondo
Gambar Ilustrasi Uang Palsu

SITUBONDO – Seorang nenek tua berinisial K yang berusia 67 tahun dan berasal dari Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo ditangkap oleh Polisi Sektor Mangaran pada hari Jumat (8/12/2023). Tindakan K yang nekat mengedarkan uang palsu (upal) terungkap setelah ia menggunakan upal untuk berbelanja di warung milik Sahid di daerah pasar tradisional Wilayah Mangaran.

Korban, Sahid, curiga kepada K setelah mengetahui bahwa nenek ini sudah dua kali berbelanja di warungnya menggunakan upal. Ketika Sahid menyadari bahwa K kembali untuk berbelanja ketiga kalinya, dia segera melapor ke petugas di Polsek Mangaran.

Polisi segera merespons laporan adanya dugaan pelaku pengedar upal dan langsung menuju ke Pasar Mangaran. Dua orang yang diduga pelaku pengedar uang palsu, yaitu nenek berusia 67 tahun, K, dan seorang pria berusia 59 tahun yang bernama R, berhasil diamankan di lokasi. Saat ini, keduanya telah dibawa ke Mapolres Situbondo untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Dalam penggeledahan di rumah K, polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi P 3481 DS, yang digunakan oleh R untuk mengantar nenek saat berbelanja. Selain itu, dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan uang palsu pecahan ratusan ribu dengan total nominal sebesar Rp1.200.000.

Saya hanya mengantar nenek K berbelanja, dan setiap kali mengantar saya diberi upah,” kata R, salah satu warga Kecamatan Panji yang diduga terlibat dalam peredaran upal, kepada penyidik Satreskrim Polres Situbondo.

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Momon Suwito Pranoto, menjelaskan bahwa kedua pelaku tertangkap tangan sedang berbelanja sembako menggunakan upal di pasar tradisional Mangaran. Nenek K terbukti menggunakan upal untuk pembayaran kepada Sahid, sementara R bertugas mengantar. Tidak hanya itu, ternyata nenek K ini adalah seorang residivis dalam kasus penggelapan uang palsu.

“Untuk pengembangan lebih lanjut, kedua pelaku akan dimintai keterangan oleh penyidik unit Pidum Satreskrim Polres Situbondo,” tambahnya.

Dalam pengakuan residivis kasus upal, sehari sebelum tertangkap, nenek K juga mengaku menggunakan upal untuk berbelanja di pasar tradisional Panji. Terduga pelaku juga mengklaim mendapat upal dari seorang tersangka lain berinisial P, dengan cara membelinya dengan harga 60 ribu rupiah per pecahan upal senilai 100 ribu rupiah.

“Pria berinisial P yang disebut-sebut sebagai bos upal sedang dalam pengejaran petugas. Apabila keduanya terbukti bersalah, mereka akan dijerat dengan pasal 36 Ayat (2) dan (3) Jo Pasal 26 Ayat (2) dan (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tutup Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Momon Suwito Pranoto.

(*/Humas)