BeritaHukum dan Kriminal

Polres Situbondo Berhasil Mengungkap Kasus Peredaran Pil Trex, Tersangka Ditangkap dan Barang Bukti Disita

×

Polres Situbondo Berhasil Mengungkap Kasus Peredaran Pil Trex, Tersangka Ditangkap dan Barang Bukti Disita

Sebarkan artikel ini
Polres Situbondo
Tersangka pengedar pil trex dan barang bukti (Foto: Doc Humas)

SITUBONDO – Tim Resnarkoba Polres Situbondo sukses mengungkap kasus peredaran obat terlarang jenis pil Trex di Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo.

Dalam pengungkapan ini, Tim Opsnal Satresnarkoba berhasil menangkap seorang tersangka bernama EP (28), warga Situbondo, pada hari Selasa, 16 Januari 2024.

Barang bukti yang berhasil diamankan melibatkan 2 bungkus plastik klip berisi masing-masing 100 butir Pil Trex, 2 bungkus bekas rokok yang diduga sebagai tempat penyimpanan Pil Trex, uang tunai sebesar Rp. 100.000 yang diduga hasil penjualan Pil Trex, dan 1 unit sepeda motor.

Kasat Reserse Narkotika AKP Muhammad Luthfi, S.H., menyatakan bahwa Tim Opsnal Satresnarkoba berhasil mendeteksi peredaran pil Trex yang dilakukan oleh tersangka EP berkat laporan masyarakat terkait peredaran obat jenis ini.

Tersangka ditangkap di pinggir Jalan masuk Kelurahan Patokan Situbondo, dan pada saat pemeriksaan, ditemukan barang bukti Pil Trex. Tim Opsnal Satresnarkoba juga melakukan penggeledahan di rumah tersangka, tetapi tidak menemukan barang bukti Okerbaya.

“Setelah penyelidikan, petugas berhasil menangkap 1 tersangka bersama barang bukti pil Trex sebanyak 200 butir dalam 2 buah plastik klip dan beberapa barang bukti lainnya,” ungkapnya pada Kamis, 18 Januari 2024.

AKP Muhammad Luthfi menambahkan bahwa saat ini tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Situbondo untuk kepentingan penyidikan.

Tersangka akan dihadapkan pada Pasal 436 ayat 1,2 Jo Pasal 145 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“Ancaman pidananya paling lama 12 tahun atau pidana denda paling banyak Rp5 miliar atau setidaknya pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp500 juta,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Kepolisian akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalam peredaran narkoba. Hal ini sebagai komitmen untuk melindungi generasi muda bangsa dari bahaya narkoba.

“Kami mengimbau dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan memberantas peredaran narkoba. Semua ini dilakukan untuk melindungi generasi muda bangsa kita,” tandasnya.

(*/Humas)