Artikel dan UlasanEdukasiKesehatanRagam

Stres Bisa Mengakibatkan Diabetes, Ini Penjelasannya

×

Stres Bisa Mengakibatkan Diabetes, Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Stres Bisa Mengakibatkan Diabetes
Ilustrasi (Pixabay)

Hati-hati! Jika Anda mudah stres bisa mengakibatkan dibabetes, simak terus artikel ini sampai habis. Stres adalah kondisi psikologis yang dialami oleh seseorang ketika menghadapi tekanan, tantangan, atau ancaman. Stres dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, termasuk meningkatkan risiko diabetes.

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang terlalu tinggi. Hal ini disebabkan oleh gangguan produksi atau kerja hormon insulin, yang berfungsi untuk mengatur metabolisme glukosa di dalam tubuh.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes, seperti faktor genetik, gaya hidup, obesitas, dan stres. Berikut adalah penjelasan mengenai bagaimana stres bisa mengakibatkan diabetes.

Stres Meningkatkan Kadar Gula Darah

Saat stres, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon ini bertujuan untuk meningkatkan energi dan kewaspadaan dalam menghadapi situasi yang menekan. Namun, hormon-hormon ini juga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cara:

  • Merangsang hati untuk melepaskan glukosa yang disimpan sebagai cadangan energi.
  • Menghambat kerja insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam sel.
  • Meningkatkan nafsu makan dan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis atau berkalori tinggi.

Jika stres berlangsung terus-menerus, kadar gula darah akan terus tinggi dan sulit dikendalikan. Hal ini dapat menyebabkan resistensi insulin, yaitu kondisi di mana sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin dan tidak dapat menyerap glukosa dengan baik. Resistensi insulin merupakan salah satu faktor utama penyebab diabetes tipe 2.

Stres Mengaktifkan Sel Lemak

Stres juga dapat memengaruhi komposisi lemak di dalam tubuh. Hormon kortisol yang dilepaskan saat stres dapat memindahkan lemak dari tempat penyimpanan di seluruh tubuh ke sel lemak di dalam perut (sel lemak visceral). Sel lemak visceral ini lebih aktif secara metabolik dan dapat melepaskan zat-zat yang dapat meningkatkan peradangan, tekanan darah, dan resistensi insulin.

Lemak visceral juga dapat mengganggu keseimbangan hormon lain yang berperan dalam mengatur nafsu makan, metabolisme, dan fungsi pankreas. Akibatnya, seseorang yang stres dapat mengalami obesitas, sindrom metabolik, dan diabetes.

Stres Mengganggu Pengobatan Diabetes

Bagi orang yang sudah menderita diabetes, stres juga dapat mengganggu pengobatan dan pengelolaan penyakit. Stres dapat menyebabkan seseorang menjadi lupa atau malas untuk mengonsumsi obat, mengukur gula darah, atau menjalani diet dan olahraga yang sehat. Stres juga dapat memperparah komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, atau kerusakan saraf.

Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk mengelola stres dengan baik. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Mencari dukungan dari keluarga, teman, atau profesional kesehatan mental.
  • Melakukan relaksasi, meditasi, yoga, atau teknik pernapasan yang dapat menenangkan pikiran dan tubuh.
  • Melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti hobi, bermain musik, atau membaca buku.
  • Menghindari konsumsi alkohol, rokok, atau obat-obatan terlarang yang dapat memperburuk stres dan kesehatan.
  • Membuat jadwal dan prioritas yang realistis, serta menghindari multitasking yang dapat menimbulkan stres.

Stres adalah hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Namun, stres yang berlebihan dapat mengakibatkan diabetes dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala stres dan mengatasinya dengan cara yang sehat dan positif.

(*/Erin)