Artikel dan UlasanKesehatanRagam

Teknik Bedah Minimal Invasif, Revolusi Penanganan Gagal Ginjal

×

Teknik Bedah Minimal Invasif, Revolusi Penanganan Gagal Ginjal

Sebarkan artikel ini
Teknik Bedah Minimal Invasif
Ilustrasi Bedah (Foto: Pixabay)

Gagal ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius dan memerlukan penanganan yang tepat. Dengan kemajuan teknologi medis, teknik bedah minimal invasif kini menjadi pilihan utama dalam penanganan kondisi ini, menawarkan berbagai keuntungan dibandingkan dengan metode tradisional.

Keunggulan Teknik Bedah Minimal Invasif

Bedah minimal invasif, yang dikenal juga dengan istilah ‘minimally invasive surgery’ (MIS), adalah metode operasi yang dilakukan dengan sayatan yang lebih kecil dibandingkan operasi terbuka. Teknik ini menggunakan instrumen khusus yang dilengkapi dengan kamera dan lampu, memungkinkan dokter untuk melihat kondisi di dalam tubuh pasien secara lebih jelas dan akurat.

Keuntungan utama dari bedah minimal invasif adalah waktu pemulihan yang lebih cepat, risiko infeksi yang lebih rendah, bekas luka yang minimal, serta pengurangan risiko komplikasi pasca-operasi dan perdarahan. Hal ini sangat penting dalam penanganan gagal ginjal, di mana pasien seringkali membutuhkan solusi yang cepat dan efektif.

Penerapan di Indonesia

Di Indonesia, prevalensi gagal ginjal tercatat sekitar 3,8 persen atau sekitar 739.208 jiwa, menurut Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) tahun 2020. Oleh karena itu, penerapan teknik bedah minimal invasif menjadi sangat relevan dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

Simposium medis yang diadakan oleh Grup RS Siloam di Kota Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini, menyoroti pentingnya teknik ini dalam bidang urologi dan saluran pencernaan (digestif). Dengan adanya diskusi dan pertukaran informasi antara para spesialis, diharapkan teknik bedah minimal invasif dapat semakin berkembang dan menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Kesimpulan

Teknik bedah minimal invasif telah membawa angin segar dalam penanganan gagal ginjal. Dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, teknik ini tidak hanya meningkatkan efektivitas medis tetapi juga memberikan dampak positif pada proses pemulihan pasien. Seiring dengan peningkatan akses dan kesadaran, diharapkan lebih banyak pasien di Indonesia yang dapat merasakan manfaat dari revolusi medis ini.

(*/Jeany)