InternasionalTeknologi

Sam Altman: AI Bukan Makhluk, Melainkan Alat

×

Sam Altman: AI Bukan Makhluk, Melainkan Alat

Sebarkan artikel ini
Sam Altman, CEO OpenAI
Sam Altman, CEO OpenAI

Sam Altman, CEO OpenAI, sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI), baru-baru ini berbicara dengan The Advocate tentang pandangannya mengenai AI. Altman mengklarifikasi bahwa AI bukanlah makhluk hidup, melainkan alat yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan.

Menurut Altman, OpenAI sedang membangun alat-alat AI yang dapat membantu manusia dalam berbagai bidang, seperti komunikasi, pendidikan, dan hiburan. Salah satu produk unggulan OpenAI adalah ChatGPT, sebuah platform percakapan berbasis AI yang dapat berinteraksi dengan pengguna dalam berbagai bahasa dan topik. Selain itu, OpenAI juga terus mengembangkan platform AI lainnya, seperti Sora, yang dapat menghasilkan konten kreatif seperti puisi, cerita, dan kode.

Altman menjelaskan bahwa AI sebenarnya adalah kumpulan data dan matematika yang dapat menghasilkan sesuatu yang memiliki kemungkinan statistik. AI tidak memiliki kesadaran, emosi, atau kehendak sendiri, seperti yang sering diasumsikan oleh banyak orang. Altman mengatakan bahwa kata “makhluk” tidak tepat untuk menggambarkan AI, karena itu mengimplikasikan bahwa AI adalah organisme baru yang hidup dan berkembang.

Altman mengakui bahwa ada narasi yang menyebutkan bahwa AI adalah makhluk yang dapat mengancam pekerjaan dan kehidupan manusia. Narasi ini muncul karena AI dapat melakukan banyak tugas yang biasanya dilakukan oleh manusia, seperti mekanisasi, digitalisasi, dan otomatisasi. Namun, Altman menolak narasi ini dan mengatakan bahwa AI adalah alat yang dapat meningkatkan kinerja dan kualitas pekerjaan manusia, seperti halnya komputer pribadi. Altman mengatakan bahwa AI adalah entitas otonom yang dapat bekerja sama dengan manusia, bukan menggantikan manusia.

Namun, Altman juga tidak selalu mengeluarkan narasi yang konsisten bahwa AI adalah alat. Pada Oktober 2023, dia pernah mengatakan bahwa kemajuan AI dapat berdampak negatif pada pekerjaan mereka yang termasuk median human (manusia median). Median human adalah orang-orang yang memiliki akses terbatas terhadap data, yang merupakan sumber utama AI. Altman mengatakan bahwa median human membutuhkan koneksi internet dan pengumpulan data dari berbagai sumber di internet untuk dapat bersaing dengan AI. Namun, data yang banyak belum tentu data yang lengkap.

Altman juga pernah memperingatkan bahwa kemajuan AI dapat menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaannya secara massal. Altman mengatakan bahwa ini adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari setiap “revolusi teknologi.” Altman mengatakan bahwa setiap 100 hingga 150 tahun, separuh pekerjaan di dunia akan hilang karena adanya teknologi baru. Altman mengatakan hal ini dalam konferensi Tech Live yang diselenggarakan oleh media AS, The Wall Street Journal.

(*/Red)